Friday, October 11, 2013

Published 3:49 PM by

Lembaga Peradilan Hak Asasi Manusia (HAM)

ham

Kita seing mendengar tentang pelanggaran HAM (Hak Asaasi Manusia) di TV. Dari kasus-kasus yang terjadi tersebut pasti menyebutkan lembaga-lembaha yang berkaitan yaitu Kementrian HAM, ada lagi lembaga khusus yang menangani HAM khusus anak kecil yang dipimpin kak Seto. Oke untuk selebihnya mari kita simak artikel dibawah ini tentang peradilan hak asasi manusia atau HAM.

Berdasarkan UU No. 26 tahun 2000, dibuat badan peradilan khusus untuk mengadili perkara pelanggaran HAM berat yang meliputi kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Daerah atau wilayah hukum pengadilan HAM sesuai Pasal 45 ayat (2) UU No. 26 tahun 2000 sebagai berikut.


  1. Makassar, meliputi provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Irian Jaya.
  2. Jakarta, meliputi wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Banten, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
  3. Medan, meliputi Provinsi Sumatra Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Riau, Jambi, dan Sumatra Barat.
  4. Surabaya, meliputi Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.


Total hakim dalam sidang pengadilan HAM biasanya tiga orang, sedangkan dalam pemeriksaan perkara pelanggaran HAM berjumlah lima orang, terdiri dari tiga orang hakim ad hoc dan dua orang hakim pada pengadilan HAM yang bersangkutan, baik pada tingkat pengadilan negeri, pengadilan banding, maupun MA. Atas usul ketua MA, presiden selaku kepala negara dapat mengangkat dan memberhentikan hakim ad hoc. Pengadilan HAM memutuskan dan memeriksa perkara pelanggaran HAM berat pada waktu paling lama 180 hari terhitung sejak perkara dilimpahkan ke pengadilan HAM.

Demikian postin ghari ini mengenai peradilan hak asasi manusia atau HAM. Semoga bermanfaat.
      edit