Saturday, December 1, 2012

Published 3:53 PM by

Pengertian dan Bidang Kajian Filsafat


Pengertian Filsafat

pengertian filsafat
Kunjungi juga blog biologi sel dan molekuler
Secara etimologis, filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu “Philosophia”. Philo/philos/philien berarti cinta/pecinta/mencintai, sedangkan sophia berarti kebijaksanaan/kearifan/hakeka.t kebenaran. Menurut arti kata tersebut filsafat artinya adalah cinta kebijaksanaan (Ruyadi, 2003:15). Selanjutnya, filsafat merupakan upaya perenungan manusia dengan menggunakan akal dan budi (hati nurani)nya, secara sistematis, fundamental, universal, integral dan radikal untuk mencari kebenaran yang hakiki.


Menurut Ilmu Pengetahuan filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. Selama manusia hidup tidak bisa lepas dari filsafat. Hal itu disebabkan oleh rasa ingin tahu manusia yang diimplementasikan melalui berbagai pertanyaan tentang keberadaan manusia.

Berikut ini pengertian filsafat menurut beberapa ahli yang dirangkum oleh Rahayu (2000:26-7)
a.          Plato mendifinisikan bahwa filsafat adalah pengetahuan yang berniat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
b.          Aristoteles mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalam logika fisika, etika, politik, dan estetika.
c.         Rene Descartes menyebutkan bahwa filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan tentang Tuhan, alam, dan manusia.
d.     Socrates menyatakan bahwa filsafat adalah proses pencarian makna terdalam dari eksistensi manusia dan alam semesta yang dilaksanakan dalam aktifitas untuk menjawab pertanyaan yang meliputi seluruh kehidupan manusia sedalam-dalamnya.
e.        Emmanuel Kant mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup masalah epistemologi (terori pengetahuan) yang menjawab masalah apa yang dapat diketahui.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian filsafat adalah sebagai pengetahuan sistematis, metodis, dan koheren menangani seluruh kenyataan dari segi yang paling mendalam untuk mencari prinsip-prinsip paling dalam dari realitas.  Hal itu lebih lengkap sesuai dengan ciri-ciri kefilsafatan yang diungkapkan oleh Kaelan (2008:71-7; Sudirman, 2006:16), yaitu  bersifat kritis, terdalam, konseptual, koheren, rasional, menyeluruh, universal, spekulatif, sistematis, dan bebas.    

Bidang-bidang kajian filsafat

Menurut Ruyadi (2003:15), secara umum bidang-bidang kajian filsafat ada tiga yaitu :
a) Ontologi
 Secara etimologis berasal dari kata “on” (=being=ada) dan “logos” (=ilmu).
Jadi, Ontologi adalah bidang kajian filsafat yang mempelajari hakekat ada (memplajari tentang keberadaan sesuatu atau mengapa sesuatu itu ada).
b) Epistemologi
 Secara etimologis  berasal  dari  kata  “episteme”  (=knowledge=pengetahuan) dan “logos” (=ilmu).
    Jadi, Epistemologi adalah bidang kajian filsafat yang mempelajari tentang hakekat ilmu pengatahuan.
c) Aksiologi
 Secara etimologis berasal dari kata “axios” (=value=nilai) dan “logos”(=ilmu). Jadi, Aksiologi adalah bidang kajian filsafat yang mempelajari hakekat nilai.
Dimana sesuatu dianggap bernilai bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
(1)   baik
(2)   benar
(3)   indah
(4)   bermanfaat
      edit