Subscribe:

Saturday, December 1, 2012

Karakteristik dan fungsi pokok Filsafat Pancasila


Karakteristik Filsafat Pancasila

karakteristik filsafat pancasila
Kunjungi juga blog biologi sel dan molekuler
Sebagai suatu sistem filsafat, Pancasila memiliki sejumlah karakteristik (ciri khas) tersendiri yang akan membedakannya dengan filsafat lain.


Adapun sejumlah karakteristik filsafat Pancasila itu adalah sebagai berikut :
  1. Hierarkhis Piramidal, artinya saling menjiwai antar sila (sila yang satu menjiwai sila yang lainnya, demikian pula sebaliknya).
Contoh : Sila ke 1 menjiwai sila 2-5
                           Sila ke 2 menjiwai sila ke 3-5 dan dijiwai sila ke 1
                           Sila ke 3 menjiwai sila ke 4-5 dan dijiwai sila ke 1-2
                           Sila ke 4 menjiwai sila ke 5 dan dijiwai sila ke 1-3
                           Sila ke 5 dijiwai sila ke1-4
Jadi,  dalam  kehidupan  sehari-hari pengamalan Pancasila harus dilaksanakan
secara satu kesatuan  yang  bulat dan utuh (totalitas), tidak boleh dilaksanakan secara terpisah-pisah.
  1. Monotheis Religius, artinya Negara berdasarkan atas keTuhanan YME. Kehidupan beragama di Indonesia merupakan bagian dari “urusan” pemerintah, yang harus diwujudkan serta dijaga harmonisasinya dalam masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk (beraneka ragam) ini.
  2. Monodualis dan Monopluralis

Monodualis, erat kaitannya dengan hakekat  manusia  sebagai  makhluk dwi    tunggal  artinya  manusia  sebagai   makhluk   individu   sekaligus   sebagai    
   makhluk sosial.

  Monopluralis, dimana “mono” (=satu) diartikan sebagai bangsa Indonesia     sedangkan  “pluralis”  diartikan  sebagai  sifat  masyarakat  Indonesia  yang majemuk  (beranekaragam) dalam  hal  agama,  suku bangsa, bahasa daerah, adat  istiadat  dan  kebudayaan. Agar terjadi harmonisasi dalam segala aspek  kehidupan,   maka   konsep   persatuan   dan  kesatuan  harus senantiasa  didiutamakan.

Fungsi Pokok Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa dan Dasar Negara  

    Republik Indonesia

Menurut Ruyadi (2003:7) diantara sejumlah fungsinya, Pancasila mempunyai dua fungsi pokok yaitu sebagai :
(a) Pandangan Hidup Bangsa,  artinya  merupakan  sistem  nilai yang dipilih dan   didianut oleh bangsa Indonesia karena kebaikan, kebenaran, keindahan dan manfaatnya bagi bangsa Indonesia sehingga dijadikan  sebagai  pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pengalamannya  bersifat  subjektif,  artinya tergantung  kepada  individu yang bersangkutan.
(b) Dasar  Negara RI, artinya  Pancasila  dijadikan  sebagai  dasar  hukum  dan  dasarmoral dalam penyelenggaraan Negara RI.
Pengamalannya  bersifat  objektif  artinya  apa adanya,  dimana  setiap  orang yang melanggar Pancasila sebagai Dasar Negara akan dikenai sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.